Saturday, March 1, 2014

4 Rahasia Mendatangkan KEBERUNTUNGAN dalam Investasi Properti Anda (Part 4)

Teman teman pembaca sekalian, dalam tulisan kali ini saya akan membahas prinsip ke 4, atau prinsip terakhir dari 4 prinsip yang mendatangkan keberuntungan dalam investasi properti maupun segi kehidupan lainnya bila di praktekkan dan dijalankan setiap saat oleh kita semua.
Berikut saya ulang kembali 3 prinsip yang sudah dibahas dalam tulisan sebelumnya :
Dan prinsip yang ke 4 adalah :
“Apabila sesuatu yang negatif terjadi, maka selalu berusaha melihat sisi yang positifnya dari peristiwa tersebut”.
Apakah Anda pernah mengalami sebuah kejadian yang tidak diinginkan atau ketidakberuntungan? Tentunya kita semua pernah mengalaminya, apakah itu ketidakberuntungan kecil maupun besar.
Demikian pula dalam penelitian yang dilakukan oleh Prof. Richard Wiseman, beliau membagi responden dalam 2 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang orang yang dikatagorikan memiliki faktor keberuntungan yang tinggi dan merasa bahwa hidupnya selalu diliputi oleh berbagai keberuntungan. Sedangkan kelompok kedua, adalah kelompok orang yang dikatagorikan orang orang yang selalu merasa hidupnya ini tidak beruntung dan dirundung kesialan melulu.
Ternyata, dari hasil penelitian di temukan bahwa walaupun kedua kelompok ini diberikan sebuah kasus atau dikondisikan untuk berada dalam sebuah situasi buruk atau negatif yang sama persis, cara mereka bereaksi atau menghadapinya dengan cara pandang dan sikap yang sangat berbeda.
Mari kita bahas kelompok kedua dulu, kelompok orang yang merasa hidupnya selalu dirundung apes dan kesialan melulu. Mereka ini, saat dihadapkan dengan sebuah situasi yang sulit dan tidak menguntungkan, akan selalu bersikap pesimis, berkeluh kesah, mengerutu, menyalahkan situasi dan orang lain dan berbagai sikap negatif lainnya.
Sehingga  hidup mereka (meminjam istilah anak remaja saat ini), “Nggak move on”, tidak bergerak kemana mana, tapi diam di tempat, karena mereka melihat situasi itu sebagai sebuah kesialan dan mereka kemudian melekat pada situasi tersebut. Sehingga dengan bersikap demikian, mereka malah kehilangan kesempatan-kesempatan untuk bisa menemukan peluang-peluang dalam situasi yang baru.
Kemudian kelompok yang pertama, kelompok orang beruntung, saat mereka dihadapkan pada sebuah situasi yang sulit dan tidak menguntungkan, selalu berusaha melihat dari sisi positif yang bisa didapat dari situasi sulit tersebut, akibatnya mental mereka dengan mudah bisa segera bangkit, “move on” dan hidup mereka bisa kembali berjalan dengan normal.
Sehingga kemudian mereka dengan sikap dan mental positifnya bisa menemukan kesempatan dalam berbagai situasi baru yang jauh lebih menguntungkan dan memudahkan hidup mereka.
Konsep berpikir kelompok beruntung ini sebenarnya mirip dengan salah satu konsep budaya berpikir dalam salah satu masyarakat kita yang  selalu merasa beruntung jika mengalami suatu peristiwa buruk sekalipun. Misalnya : seseorang terserempet oleh sepeda motor dan badannya lecet lecet, maka komentar yang terdengar biasanya seperti ini  “Untung cuma lecet doang, nggak sampe patah” :)
Tapi kalau sampai patah kaki, maka komentarnya seperti ini, “Untung cuma patah satu kaki, nggak dua duanya” :) Dan kalau ternyata kedua kakinya patah, maka komentarnya, “Untung cuma patah kedua kakinya doang, nggak sampai mati” he..he…
Sedangkan jika orangnya sampai mati karena terserempet sepeda motor dan terjatuh gegar otak, maka komentarnya “Untung mati, kalau nggak mati kan kasihan bisa cacat dan lumpuh” …… hahahaha.. Jadi walaupun sudah matipun, tetap selalu beruntung.
Tentunya Anda pernah atau sering mendengar komentar yang mirip seperti itu bukan? Walaupun terdengarnya konyol, tapi sebenarnya konsep dan pola pikir seperti itulah yang seharusnya kita terapkan, dan yang kesamaannya ditemukan oleh Prof. Richard Wiseman dalam penelitiannya di kelompok beruntung.
Dalam salah satu pengalaman saya berinvestasi properti, seperti pernah saya ceritakan dalam artikel sebelumnya. Di tahun 2004 ada satu keputusan pilihan lokasi investasi bisnis yang batal saya ambil saat itu, dengan konsekwensi, saya mengalami “kerugian” hangusnya down payment sewa ruko sebesar 5 juta rupiah (jumlah yang sangat besar bagi saya saat itu).
Memang saat mengalaminya, saya agak sedikit kecewa, tetapi beberapa waktu kemudian saya segera mengubah sikap dan pola pikir saya, bahwa untung saya cuma mengalami kerugian 5 juta saja saat itu, karena kalau saya teruskan transaksi tersebut, maka bisa jadi saya akan mengalami kerugian yang jauh lebih besar lagi, bisa ratusan juta dan kehilangan rumah kami satu satunya saat itu.
Akibat saya merubah sikap dan pola pikir tersebut, kekecewaan dan kekesalan saya hilang, dan saya bisa “move on” lagi, dan karena “move on” itulah maka saya bisa bertemu dengan transaksi di lokasi lain yang jauh jauuuuhh jauuuuuuuuhhh lebih baguuuuuus, dan membuat saya sangat “beruntung”.
Tapi coba bayangkan, kalau saat itu saya menyesali keputusan saya, dan kecewa berat dengan “kerugian” 5 juta yang saya alami saat itu, dan saya melekat, “nggak move on” dengan situasi tersebut, maka yang ada malah saya kehilangan transaksi berikutnya yang berakibat  akan membuat saya lebih dalam kecewa dan menyesal, terus makin terpuruk, dan lebih “nggak move on” lagi, sehingga akibatnya saya akan jauh lebih banyak kehilangan kesempatan-kesempatan berikutnya dalam hidup saya. Lalu saya semakin merasa sebagai manusia “terapes” di dunia, dan seterusnya kejadian bakal berulang dengan “keapesan keapesan” berikutnya seperti sebuah “lingkaran setan”.
Untungnya selama ini saya selalu memilih untuk bersikap sebaliknya, selalu berusaha mencari dan melihat dari sisi positifnya dalam semua situasi yang saya alami, sehingga hal itulah yang membuat saya jadi dikelompokkan sebagai orang yang beruntung.

beruntung-part4

So, setelah membaca serial tulisan saya tentang keberuntungan ini, apakah  kesimpulannya???
Ternyata “KEBERUNTUNGAN ITU BUKANLAH SEBUAH ANUGERAH ATAU PEMBERIAN, TETAPI SEBUAH PILIHAN SIKAP HIDUP YANG DITENTUKAN OLEH CARA PANDANG DAN BERPIKIR SESEORANG”.
Anda mau hidup Anda menjadi jauh lebih beruntung dalam investasi properti Anda, dalam bisnis Anda, dalam keuangan Anda, dalam hubungan kerja Anda, dalam hubungan percintaan Anda, dalam semua aspek hidup Anda???
Ubahlah cara pandang dan cara berpikir Anda, maka otomatis KEBERUNTUNGAN akan selalu bersama Anda.
Jadi tolong sharing, apakah Anda menganggap diri Anda sebagai orang yang beruntung atau tidak? Kenapa?
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto

1 comment:

  1. KABAR BAIK! KABAR BAIK!

    Untuk mengenalkan diri dengan benar,
    Ibu saya SUSAN dari [SUSAN BOWMAN LOAN COMPANY]

    Saya adalah pemberi pinjaman swasta, perusahaan saya memberikan pinjaman segala jenis dengan suku bunga 2% saja. Ini adalah kesempatan finansial di depan pintu Anda, terapkan hari ini dan dapatkan pinjaman cepat Anda.

    Ada banyak di luar sana yang mencari peluang atau bantuan keuangan di seluruh tempat dan tetap saja, tapi mereka tidak dapat mendapatkannya. Tapi ini adalah kesempatan finansial di depan pintu Anda dan dengan demikian Anda tidak bisa melewatkan kesempatan ini.
    Layanan ini membuat individu, perusahaan, pelaku bisnis dan wanita.
    Jumlah pinjaman yang tersedia berkisar dari jumlah pilihan Anda untuk informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email:

    Susanbowmanloancompany@gmail.com

    ReplyDelete